Tentang Berdoa

394 2
Tentang Berdoa

Seperti biasa tengah malam adalah waktu overthinking bagi gue. Waktu-nya berdialog dengan pemikiran gue sendiri. Tema malam kemarin adalah berdoa. Terus gue kepikiran, selama ini gue berdoa untuk masa depan. Apa bisa gue berdoa untuk masa lalu?

Tentang waktu

Ternyata waktu ga bisa diputar, walau dengan keras gue berusaha. Pernah sampai gue menafikan realita, sampai dengan anggapan bahwa waktu saat ini adalah mimpi panjang gue. Terus gue bertanya kembali. Terus yang mana yg nyata? Apa ada realita disana sebenernya gue lagi nggak apa-apa?

Sampai sekarang gue pun belum tau yang nyata. Gue masih mikir saat ini adalah dunia mimpi, tp mimpi-mimpi yang memiliki tanggung jawab dan tugas. Gue pikir dunia yang nyata adalah kehidupan di akhirat nanti. Yang ditentukan di dunia mimpi ini.

Kita terkurung dengan ruang dan waktu. Tempat kita berada adalah ruang. Waktu yang kita jalani tidak akan bisa kembali. Apa benar ada dunia paralel di antara ini? Apa benar kita belum bisa menemukannya? Apa bukannya tidak bisa, tapi kita sebagai manusia biasa tidak mampu.

Nabi umat islam, Nabi Muhammad SAW pernah melihat isi neraka ketika isra miraj. Bahkan dari hal-hal yang saya tau, pintu neraka (saat ini) belum dibuka dan belum dilakukan perhitungan amal. Apakah konsep ruang dan waktu itu nyata?

Manusia biasa

Kita sebagai manusia biasa tidak bisa mempercepat masa depan atau bahkan kembali ke masa lalu. Lalu apa kita bisa berdoa untuk masa lalu?

Ada gue pikir, istighfar adalah doa masa lalu. Masa lalu kita tidak selalu baik, kita tidak bisa merubah masa lalu. Tapi kita bisa memohon maaf atas masa lalu kita.

Kita akan menjadi ikhlas setelah beristighfar dan rela menjalani qadarallah. Tidak ada beban masa lalu yang kita bawa, dan semoga masa depan kita menjadi lebih ringan.

Sulit? iya sulit. Perlu membersihkan hati, bukan sebatas ucapan dimulut. Seenggaknya apa yang konstan kita ucapkan dari mulut bisa membawa jalan ke hati.

Bukannya itu inti kita berdoa? memantapkan hati.

2 comments

  1. I have the same thoughts.

    ini kalimat yg saya suka dari artikel

    “Ada gue pikir, istighfar adalah doa masa lalu. Masa lalu kita tidak selalu baik, kita tidak bisa merubah masa lalu. Tapi kita bisa memohon maaf atas masa lalu kita.”

    1. Terima kasih sudah berkunjung 🙂

Tinggalkan Balasan