Jadi hari Rabu kemain gue berangkat ke kantor seperti biasa naik JakLingko. Setelah tiba di sekitar Jalan Rambo ada penumpang hendak turun di tempat itu. Karena tidak ada papan pemberhentian JakLingko, supir tidak memberhentikan kendaraannya.
Seperti biasa penumpang lainnya menyarankan untuk berhenti di pemberhentian selanjutnya atau mengarahkan apa yang harus dilakukan jika tujuan ke Kp. Rambutan yaitu berhenti di papan pemberhentian SMP N 222.
Namun penumpang itu malah terlihat gusar dan marah-marah. Setelah dia turun di pemberhentian selanjutnya dia meneriakan “Klo bisa dipermudah, ngapain dipersulit?“.
Kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit?
Jika kita perhatikan kata-kata ini memang bijak. Tapi tidak bisa diterapkan di semua situasi dan kondisi. Perihal JakLingko yang tidak akan berhenti di papan pemberhentian itu tidak mempersulit namun menertibkan dimana angkutan harus berhenti.
Bayangkan kita yang selalu mempermudah diri sendiri namun malah bisa menyulitkan orang lain seperti; melawan arah arus, membuang sampah sembarangan, dan lain-lain. Kata sakti ini seolah menjadi pembiaran agar orang-orang tidak perlu sulit, berlaku seenaknya, tidak memikirkan kepentingan orang lain.
Padahal dalam bermasyarakat selalu ada aturan dan norma-norma yang dikomitmenkan secara bersama agar terjadi keteraturan sosial dan ketertiban lingkungan.
Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan kata sakti ini?
Kata ini dapat dipergunakan jika Anda berurusan dengan sesuatu hal, namun hal itu ditunda-tunda karena jabatan dan kewenangannya. Anda harus memberikan sesuatu yang bernilai agar urusan Anda dapat selesai sesuai dengan yang Anda harapkan, seperti:
- Anda dipersulit mengurus surat-surat atau dokumen padahal syarat sudah lengkap
- Anda dipersulit ketika hendak membeli kendaraan secara tunai
- Anda dipersulit ketika harus mengurus suatu kasus
Hal diatas adalah contoh kasus bagaimana urusan Anda yang seharusnya mudah (sudah menjadi hak Anda), namun dipersulit oleh pihak lain agar pihak tersebut mendapatkan keuntungan pribadi. Gunakanlah kata sakit ini dalam situasi dan kondisi seperti itu.
Kesimpulan
Tidak semua situasi dan kondisi dapat menyenangkan kita, ada kalanya kita harus sulit demi menghormati kepentingan orang lain. Jangan juga mempersulit urusan orang lain, sebaik-baiknya orang adalah yang mempermudah urusan orang lain.