Legon Pari Beach tempat surfing di Pelabuhan Ratu

197 0
Legon Pari Beach

Legon Pari Beach we are coming! Demi ngetes surf board baru abang gue, akhirnya kita berangkat ke pantai Legon Pari. Kita berangkat tengah malem dan sampe disana pagi-pagi. Cuacanya cukup panas dan cerah. Ombak pada saat itu lagi gede-gedenya. Karena ini pengalaman pertama surfing kita memakai jasa coach untuk belajar dasar-dasar surfing.

Legon Pari Beach

Legon Pari Beach terletak di Cisolok, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Spot surfing tepat ada di sebelah Legon Pari Beach Resort tempat bermalam di Pelabuhan Ratu bintang 3 dengan rate penginapan berkisar dari Rp. 300.000 sampai dengan Rp. 800.000. Legon Pari Beach Resort tempat yang tepat klo lo mau beberapa hari surfing disini karena dekat dengan spot surfing.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh BAR (@hello.akbar)

Tulisan menarik lainnya tentang pantai: Backpacking ke Pantai Pengandaran

Pengalaman Surfing

Pertama-tama kita diajarkan cara pemanasan, seperti  pemanasan pada umumnya. Lalu diajarkan bagaimana telungkup di surf board yang benar. Kemudian belajar cara mendayuh dengan tangan. Berikutnya adalah bagaimana cara bangkit dari telungkup ke posisi berdiri yang benar dan baik dan juga cara untuk menjatuhkan diri yang tepat agar tidak cedera. Asli ternyata setelah diajarin satu-satu banyak banget dasar-dasar yang harus di kuasain. Kaya perlu otot kaki dan pinggang untuk berdiri dari telungkup, otot lengan dan dada untuk mendayuh, dan kuda-kuda untuk mempertahankan posisi di atas surf board.

Surfing di Legon Pari Beach

Usai latihan dasar kini gue bersiap untuk terjun langsung ke laut. Nggak lupa pakai sunblock dan rashguard biar kulit ga kebakar, karena emang kita mulai di siang hari ketika matahari pas banget diatas. Gue seret surf board untuk pemula yang bentuknya agak membulat, lebar, dan panjang berbahan stereoform. Cukup berat karena emang ukurannya yang cukup besar. Apalagi pas udah di air, surf board ini mudah terseret ombak karena penampahnya yang besar.

Pelan-pelan kita harus ketengah, pertama dengan menentengnya dengan tangan sampe tiba agak ke tengah dan mulai menaikinya dengan mendayuhnya dengan tangan agar sampai ke point break. Ombak saat itu emang kurang bersahabat untuk pemula tapi cukup baik untuk yang mahir. Sangat melelahkan untuk ke ke point break untungnya di Legon Pari Beach ada spot yang ombaknya agak landai karena terhalang karang cukup besar jadi bisa istrahat sebentar selesai mengayuh tangan dari bibir pantai ke point break.

Setelah dirasa menemukan ombak yang tepat gue mencoba untuk mengejarnya (tentu didampingin coach), ketika diberi aba-aba baru kita boleh berdiri karena yang bisa menentukan ombak yang tepat biasanya coach-nya. Ternyata ketika berdiri di atas surf board cukup sulit mengendalikannya, beda posisi berdiri dan arah mata kita ketika berdiri bisa menentukan arah surf board kemana.

Evaluasi surfing di Legon Pari Beach

Kesalahan yang gue alamin adalah ketika gue berdiri mata gw malah terus fokus ke bawah kaki memastikan posisi kaki benar, padahal ketika gue menunduk otomatis surf board akan menungkik secara alami. Alhasil gue tergulung-gulung di bawah ombak. Gue hanya mencoba 2 kali untuk ke point break. Selain siang hari yang panas, stamina yang tinggi mutlak diperlukan karena mendayuh dengan tangan dari bibir pantai ke point break membutuhkan tenaga yang ekstra. Apalagi ketika surfing ini ternyata banyak otot-otot gue yang kurang. Pertama otot tangan untuk mendayuh, otot pinggang ketika harus berdiri dari telungkup, dan otot kaki untuk kuda-kuda ketika berdiri di atas surf board.

Kesimpulan

Cukup sulit tenyata surfing ini, karena yang kita lawan adalah diri kita sendiri dan kekurangan-kekurangannya. Namun dari olahraga ini gue berhasil membuka mata gue. Ada banyak hal yang perlu diperbaiki di badan ini, dan saat ini gue sedang rutin workout ke gym. Semoga gue berhasil memperbaiki keadaan-keadaan gue sekarang ini. Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Belum kapok untuk surfing, mungkin dilain kesempatan gue bisa lebih baik.

Tinggalkan Balasan